MENGAPA MENTAH

 
   “Letakkan obat-obatan di rak obat dan kunci rapat-rapat. Sebab Anda mampu mengobati insan yang sakit dengan makanan sehat” (Abu Thib)
MEMILIH SARI BUAH SEBAGAI MENU MAKAN DAN OBAT

             Jika kita membuka kembali manuskrip kesehatan dan literatur kesehatan klasik, akan kita temukan bahwa penggunaan sari buah sebagai menu makanan dan 'bahan' obat-obatan telah terjadi sejak zaman prasejarah. Bahkan, sejak kali pertama kesejarahan umat manusia di muka bumi ini. Bukankah Adam dan Hawa 'terpelanting' (diturunkan ) dari surga, akibat ketidakberdayaanya menahan nafsu untuk memakan buah khuldi? Bukanlah masyarakat zaman bahula (prasejarah) menjadikan kebun-kebun mereka sebagai 'dapur besar' untuk mengisi perut dan melanjutkan hidup mereka?





              Realita menunjukkan hidup mereka jauh dari 'ragam' penyakit akut, seperti yang mewabah di zaman post modernitas ini? Catatan sejarah mewartakan bahwa sejak zaman prasejarah manusia telah menggunakan berbagai tumbuh-tumbuhan (yang sekarang dikenal sebagai sayuran atau buah-buahan) untuk dimakan dan diolah secara alami tanpa menggunakan campuran apapun. Buah atau sayur terasa enak dan segar dimakan, selain memiliki kandungan zat gizi yang banyak.


              Minum jus buah banyak sekali manfaatnya. Selain segar saat diminum, jus buah juga memberikan nilai gizi lebih yang berguna bagi tubuh. Buah atau sayuran kaya akan serat, vitamin dan mineral  nilai gizi lebih yang berguna bagi tubuh. Buah atau sayuran kaya akan serat, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk membentengi diri dari serangan beragam penyakit. sebaiknya mengonsumsi jus buah segar saat perut dalam keadaan kosong atau 20 menit sebelum makan makanan lain. dengan cara ini sang pengonsumsi akan dapat meningkatkan selera untuk selalumengonsumsi buah segar.


             Nilai gizi lebih lengkap inilah yang membuat jus buah disebut mukjizat zaman. Mengonsumsi jus buah merupakan cara sehat dan mudah guna menghadirkan makanan bergizi bagi tubuh. Anggapan bahwa jus buah akan banyak menghilangkan daging buah adalah keliru. Padahal dengan minum satu gelas jus seperti jeruk, banyak mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Serat-serat ini berguna untuk mencegah serangan dari berbagai penyakit. Jus buah segar dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh dalam waktu lebih cepat. Lebih daripada itu juga dapat mencampurkan beberapa macam buah dalam satu gelas agar mendapatkan rasa yang berbeda.

            Buah berguna membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Mengonsumsi buah dalam porsi besar akan membuat tubuh sibuk melakukan detoksifikasi atau proses pembersihan racun dalam tubuh. Buah yang bersifat asam seperti lemon, jeruk, tomat, nanas adalah buah yang kuat dalam detoksifikasi. dengan minum jus buah setiap pagi, maka tubuh akan lebih cepat memiliki energi dan stamina. membiasakan minum jus buah merupakan kiat hidup sehat yang murah dan praktis.

Pendapat pakar kesehatan :    
   


“ Saya yakin diri saya tidak sedang  membual, manakala saya mengatakan dengan tegas bahwa makanan nabati (buah-buahan dan sayuran segar) merupakan elan vital bagi penyembuhan ragam penyakit yang diderita umat manusia sepanjang masa” (Dr.Harvey F.Valley)

“ Tidak adamenu makanan untuk kelangsungan dan ketahanan hidup melebihi daya guna sari buah (jus). Maka selazimnya sari buah-buahan (jus) menjadi menu utama setiap hari bagi orang dewasa dan anak-anak (tua muda)” (Leornes Amstrong, Pakar kesehatan Makanan Australia)

“Orang yang membutakan mata hati dan pikirnya terhadap urgensi makanan sehat (buah dan sayur), dialah sejatinya manusia yang buta dalam arti yang sesungguhnya” (Dr.Meir Magda)

Masalah makanan dan bahan pangan merupakan titik didih kemasgulan penduduk dunia saat ini. Sebab munculnya beragam penyakit, dan terjadinya banyak kematian pada decade terakhir, banyak disebabkan oleh kesalahan pola konsumsi makanan serta pemilihan bahan pangan yang salah” (Dr. Sir Robert Mc.Carrison)

“Penyakit akut di dunia ini sejatinya hanya satu, yaitu makanan buruk. Semua penyakit di jagadini bersumber pada makanan tidak sehat.” (Dr.F.Cavon, Guru BesarUniversitas Cornell)

“Jika para dokter zaman ini enggan menjadi pemerhati makanan, maka pemerhati makanan kelak akan mengganti peran para dokter” (Dr.Alex Carol, pakar Kesehatan Amerika)

“Hanya makanan sehat, satu-satunya obat penyembuh segala penyakit” (Hui Huan, Tabib Kerajaan Cina 1314 M)

“Di antara obat-obatan ‘produk’bumi (nabati) yang paling ampuh adalah makanan sehat dari buah-buahan dan sayur-sayuran.” (Dr.Sir Robert Mc. Carrison)

Sumber : Live Food, Dr.Amin Ruwaihah, 2008